Dominan masih turun ke level TP1 by TraderMaja on TradingView.com
Dolar Australia (AUD) terus mengalami tekanan dalam perdagangan forex, terutama terhadap dolar AS (USD). Beberapa faktor fundamental dan teknikal menunjukkan bahwa pelemahan ini bisa berlanjut dalam jangka pendek hingga menengah. Berikut adalah analisis terkait kondisi yang mempengaruhi pergerakan Aussie.
1. Kebijakan Moneter Australia vs. Amerika Serikat
Bank Sentral Australia (RBA) telah mengambil pendekatan yang lebih hati-hati dalam menaikkan suku bunga dibandingkan Federal Reserve (The Fed). Suku bunga yang relatif lebih rendah di Australia membuat AUD kurang menarik bagi investor dibandingkan USD, yang mendapat dorongan dari kebijakan moneter ketat The Fed.
2. Data Ekonomi Australia yang Lemah
Beberapa indikator ekonomi Australia, seperti pertumbuhan PDB yang melambat, angka ketenagakerjaan yang stagnan, serta inflasi yang masih sulit dikendalikan, turut menekan Aussie. Jika data ekonomi terus mengecewakan, pasar bisa semakin pesimis terhadap AUD.
3. Permintaan Komoditas yang Menurun
Australia adalah salah satu eksportir utama komoditas seperti bijih besi dan batu bara. Pelemahan permintaan global, terutama dari Tiongkok sebagai mitra dagang utama, berkontribusi terhadap penurunan nilai AUD. Jika harga komoditas utama Australia turun, maka mata uangnya juga berisiko melemah lebih lanjut.
4. Sentimen Pasar dan Dolar AS yang Kuat
Di tengah ketidakpastian global, investor cenderung memilih aset yang lebih aman, seperti USD. Penguatan dolar AS secara luas membuat AUD semakin tertekan, apalagi jika ada indikasi perlambatan ekonomi global atau risiko geopolitik yang meningkat.
Kesimpulan
Dengan berbagai faktor negatif yang masih membayangi, dolar Australia kemungkinan masih akan melemah dalam waktu dekat. Para trader forex perlu mencermati pergerakan suku bunga, data ekonomi, serta dinamika pasar global untuk menentukan strategi terbaik dalam menghadapi pergerakan AUD/USD ke depan.